Rabu, 19 Maret 2014

Membuat Paragraf Sederhana

Paragraf? Ya, paragraf. Orang awam menyebutnya alinea. Setiap penulis handal memulainya dari latihan membuat paragraf yang sederhana, bahkan hanya satu paragraf. Satu paragraf sederhana tetapi betul, dan mudah dipahami orang. Kita mulai yuk.

Pertama, kita harus memahami bahwa setiap paragraf hanya terdiri dari 1 (satu) 'pokok pikiran'; tidak boleh lebih. Sisanya, atau kalimat-kalimat lainnya, adalah 'penjelas'. Fungsinya untuk menjelaskan 'pokok pikiran'. Oleh karena itu, penjelas tidak boleh menyimpang dari pokok pikiran. Dengan kata lain, pokok pikiran adalah induk, sedangkan penjelas adalah anaknya.

Kedua, rumuskanlah pokok pikiran untuk satu paragraf. Misalnya, "Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari satu kota dan empat kabupaten". Perhatikan, pokok pikiran (induk) di sini dibatasi tiga hal, yaitu: (1) Provinsi Daerah Istimewa Yogyaarta, (2) satu kota, dan (3) empat kabupaten. Pemahaman tentang batasan ini bermanfaat dalam langkah berikutnya, yaitu menyusun penjelas (anak).

Ketiga, rumuskanlah penjelasnya. Ingat, penjelas tidak boleh menyimpang dari 'pokok pikiran'. Berdasarkan pokok pikiran di atas, penjelasnya hendaknya berbunyi, "Pertama adalah kota Yogyakarta. Kedua adalah Kabupaten Bantul. Ketiga adalah Kabupaten Sleman. Keempat adalah Kabupaten Gunungkidul. Kelima adalah Kabupaten Kulon Progo".

Untuk sementara jangan mempermasalahkan tanda-tanda transisi seperti: pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Ikuti saja logika ini agar kelak Anda bisa terlatih seperti itu. Ingat, semua penulis handal (dibuktikan dengan antara lain skor tinggi pada tes IELTS) memulai latihannya dari cara sederhana seperti ini. Kelak, Anda bisa menemukan kata-kata pengganti yang lebih baik, tetapi tetap mudah dipahami oleh para pembaca.

Sekarang saatnya kita menggabungkan pokok pikiran dengan penjelas. Paragraf yang telah kita buat tersebut menjadi seperti berikut ini.

     "Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari satu kota dan empat kabupaten. Pertama adalah kota Yogyakarta. Kedua adalah Kabupaten Bantul. Ketiga adalah Kabupaten Sleman. Keempat adalah Kabupaten Gunungkidul. Kelima adalah Kabupaten Kulon Progo."

Mari kita simpulkan. Satu paragraf harus terdiri dari satu pokok pikiran, tidak lebih. Kemudian, pokok pikiran diuraikan ke dalam satu atau lebih penjelas. Penjelas tidak boleh menyimpang dari pokok pikiran.

Mudah, bukan? Baiklah, kini saatnya Anda berlatih membuat paragraf Anda sendiri. Jangan bernafsu, buat satu paragraf dulu. Jangan lebih. Untuk membantu Anda, saya siapkan beberapa pokok pikiran dalam daftar di bawah ini. Tugas Anda menguraikannya ke dalam penjelas.

1. Adikku memiliki empat alat tulis di tasnya.
2. Fredy tergolong anak berbakat, karena lima tahun terakhir ini dia memenangkan lima buah kejuaraan.

Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar